Puskesmas Sikumana Kupang

Pengelola Website

Regina Elesley Boru, SKM

Regina Elesley Boru, SKM

Admin Website, Sanitarian di Puskesmas Sikumana sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Pada hari ini, Sabtu 30 November 2019 di Aula Kantor Kecamatn Maulafa diselenggarakan Minilokakrya Puskesmas Sikumana yang dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Maulafa Bapak Nobertus Noto, SH

Alat Kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda,menjarangkan kehamilan, serta menghentikan kesuburan yang digunakan dengan jangka panjang,yang meliputi IUD (Intra Uterine Device),Implant (susuk KB) dan kontap (Kontrasepsi mantap). 

MKJP : Efisien dan aman

Sabtu, 30 November 2019 16:04

Seseorang bisa dikategorikan mengidap hipertensi bila tekanan darah mencapai sekitar 140/90 mmHg (tekanan sistolik dan distolik) secara berturut-turut. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tak pandang usia, baik muda maupun dewasa, terlebih lagi pada orang yang sudah lanjut usia. Hipertensi dikenal kerap tidak mudah terdeteksi dan baru disadari setelah terjadi komplikasi.

Bagi orang yang sudah tua, terkena hipertensi seolah sudah biasa terjadi karena memang semakin berumur, maka fungsi organ secara alamiah juga semakin menurun. Pun demikian, bukan berarti gangguan hipertensi itu tidak bisa dihindari.

Ada kiat-kiat jitu yang bisa diterapkan untuk meminimalisir potensi terkena gangguan tekanan darah tersebut. Sebelum mengulas lebih jauh, sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu penyebab dari hipertensi ini.

Mengenal Hipertensi : pembunuh nomor tiga !

Selasa, 19 November 2019 14:02

Sudahkah Anda memeriksa semua tempat penampungan air seperti bak,drum, tempayan, bak tampungan bahkan bekas-bekas botol, gelas air mineral ,tatakan dispenser, alas pot bunga dan semua tempat yang bisa menampung air di dalam dan di luar rumah?  Jika belum segeralah periksa dan pastikan tidak ada jentik nyamuk didalamnya. Jadilah Jumantik di rumah anda sendiri!

Ingat "Satu Rumah Satu Jumantik"

Jumat, 18 Oktober 2019 18:24

Remaja dimengerti sebagai individu yang berada pada masa peralihan dari masa kanak ke masa dewasa. Peralihan ini disebut sebagai fase pematangan (pubertas), yang ditandai dengan perubahan fisis, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Pada masa pubertas, hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan aktif diproduksi, dan menjadikan remaja memiliki kemampuan reproduksi. Perkembangan psikologis ditunjukkan dengan kemampuan berpikir secara logis dan abstrak sehingga mampu berpikir secara multi-dimensi. Emosi pada masa remaja cenderung tidak stabil, sering berubah, dan tak menentu. Remaja berupaya melepaskan ketergantungan sosial-ekonomi, menjadi relatif lebih mandiri. Masa remaja merupakan periode krisis dalam upaya mencari identitas dirinya.

Ditinjau dari sisi bahwa remaja belum mampu menguasai fungsi fisis dan psikisnya secara optimal, remaja termasuk golongan anak. Untuk hal ini, remaja dikelompokkan menurut rentang usia sesuai dengan sasaran pelayanan kesehatan anak. Disesuaikan dengan konvensi tentang hak-hak anak dan UU RI no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, remaja berusia antara 10-18 tahun.

Depot Air Minum adalah : Suatu Usaha yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi  air minum dalam bentuk curah (diisi langsung tempat) tidak dalam bentuk kemasan dan diberikan langsung  kepada konsumen. Perkembangan usaha Depot air minum di Kota  Kupang yang semakin menjamur dari tahun ke tahun menunjukkan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan air minum isi ulang sebagai alternatif sumber air minum sehari- hari. Harga yang terjangkau dan kemudahan mendapatkan Air Isi ulang menjadi alasan meningkatnya penggunaan air minum isi ulang di kalangan masyarakat.

Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana perkembangan usaha Depot Air Minum mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 100% dalam kurun waktu empat tahun. Berdasarkan Profil Kesehatan Puskesmas Sikumana Tahun 2015 jumlah DAM sebanyak 26 buah dan di tahun di Tahun 2019 sebanyak 52 buah. Dari jumlah tersebut 98%  sudah memiliki Sertifikat Laik Sehat.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 43 tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum, Sertifikat Laik Sehat adalah Bukti tertulis yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kantor Kesehatan Pelabuhan bahwa DAM telah memenuhi standar baku mutu atau persyaratan kualitas air minum dan persyaratan Higiene Sanitasi, dimana serifikat Laik Sehat ini berlaku selama tiga tahun.  Syarat utama memperoleh Sertifikat Laik Sehata adalah memenuhi persyaratan higiene sanitasi dan nilai pengujian contoh air minum memenuhi standar baku mutu atau persyaratan air minum sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Walaupan kenyataannya 98% DAM sudah memiliki Sertifikat Laik Sehat tetapi harus terus dilakukan Pembinaan dan Pengawasan yang rutin dan berkelanjutan dari Dinas Kesehatan dan juga dari Pemilik Usaha Depot Air Minum.

Dalam PERMENKES NO 736 tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum mengharuskan agar setiap Pemilik Depot harus menguji kualitas air minumnya setiap bulan dan Dinas Kesehatan Harus melakukan pengujian kualitas secara berkala minimal dua kali setahun. Tetapi pada kenyataannya minim sekali pemilik DAM yang secara proaktif memeriksakan kualitas air minumnya  secara berkala.

Karena itu Sanitarian Puskesmas Sikumana secara berkala melakukan pengawasan Kualitas air dengan melakukan beberapa hal :

 

  1. Inspeksi Sanitasi DAM ; pemeriksaan dan pengamatan secara langsung terhadap fisik sarana dan dan kualitas air minum dengan menggunakan formulir Inspeksi Sanitasi DAM
  2. Konseling bagi Pemilik dan Penanggung jawab DAM tentang higiene sanitasi Pengelola dan pemeliharaan kebersihan dan fungsi perangkat Desinfektan dan membran.
  3. Pengambilan dan Pengiriman Sampel untuk pemeriksaan Fisik,Bakteriologis dan Kimiawi

Menyadari  pentingnya kualitas dari air yang dijual oleh DAM maka perlu kerjasama dari berbagai pihak untuk melakukan monitoring terkait ijin Usaha dan memotivasi pemilik untuk melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang diatur dalam peraturan .


PROGRAM INDONESIA SEHAT PENDEKATAN KELUARGA merupakan suatu program yang wajib dilakukan disetiap Puskesmas sebagai bentuk integrasi dari program-program di Puskemas dengan sasaran adalah keluarga dan bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan yang terjadi dan memberikan solusi yang tepat bagi pemecahan masalah di Keluarga tersebut.

Keluarga adalah satu kesatuan keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) sebagaimana dinyatakan dalam Kartu Keluarga. Jika dalam satu rumah tangga terdapat kakek dan atau nenek atau individu lain, maka rumah tangga tersebut dianggap terdiri lebih dari satu keluarga. Untuk menyatakan bahwa suatu keluarga sehat atau tidak digunakan sejumlah penanda atau indikator. Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga. Kedua belas indikator utama tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)
  2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
  3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
  4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif
  5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
  6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
  7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
  8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan
  9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
  10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
  12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan penghitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari setiap keluarga. Sedangkan keadaan masing-masing indikator, mencerminkan kondisi PHBS dari keluarga yang bersangkutan.Dalam pelaksanaan pendekatan keluarga ini tiga hal berikut harus diadakan atau dikembangkan, yaitu:

  1. Instrumen yang digunakan di tingkat keluarga.
  2. Forum komunikasi yang dikembangkan untuk kontak dengan keluarga.
  3. Keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas.

Instrumen yang diperlukan di tingkat keluarga adalah sebagai berikut.

  1. Profil Kesehatan Keluarga (selanjutnya disebut Prokesga), berupa family folder, yang merupakan sarana untuk merekam (menyimpan) data keluarga dan data individu anggota keluarga. Data keluarga meliputi komponen rumah sehat (akses/ ketersediaan air bersih dan akses/penggunaan jamban sehat). Data individu anggota keluarga mencantumkan karakteristik individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, dan lain-lain) serta kondisi individu yang bersangkutan: mengidap penyakit (hipertensi, tuberkulosis, dan gangguan jiwa) serta perilakunya (merokok, ikut KB, memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, pemberian ASI eksklusif, dan lain-lain).
  2. Paket Informasi Keluarga (selanjutnya disebut Pinkesga), berupa flyer, leaflet, buku saku, atau bentuk lainnya, yang diberikan kepada keluarga sesuai masalah kesehatan yang dihadapinya. Misalnya: Flyer tentang Kehamilan dan Persalinan untuk keluarga yang ibunya sedang hamil, Flyer tentang Pertumbuhan Balita untuk keluarga yang mempunyai balita, Flyer tentang Hipertensi untuk mereka yang menderita hipertensi, dan lain-lain.

Forum komunikasi yang digunakan untuk kontak dengan keluarga dapat berupa forum-forum berikut.

  1. Kunjungan rumah ke keluarga-keluarga di wilayah kerja Puskesmas.
  2. Diskusi kelompok terarah (DKT) atau biasa dikenal dengan focus group discussion (FGD) melalui Dasa Wisma dari PKK.
  1. Kesempatan konseling di UKBM (Posyandu, Posbindu, Pos UKK, dan lain-lain).
  2. Forum-forum yang sudah ada di masyarakat seperti majelis taklim, rembug desa, selapanan, dan lain-lain.

Sedangkan keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra dapat diupayakan dengan menggunakan tenaga-tenaga berikut.

  1. Kader-kader kesehatan, seperti kader Posyandu, kader Posbindu, kader Poskestren, kader PKK, dan lain-lain.
  1. Pengurus organisasi kemasyarakatan setempat, seperti pengurus PKK, pengurus Karang Taruna, pengelola pengajian, dan lain-lain.

Target dari Pelaksanaan PIS -PK di tahun 2019 adalah total coverage (100%) dimana seluruh  keluarga harus dilakukan pendataan dan intervensi awal berupa KIE pada masyarakat,

Mari Mengenal PIS-PK

Sabtu, 05 Oktober 2019 17:28

Belajar Manfaat Cuci Tangan Pakai Sabun

Sabtu, 05 Oktober 2019 15:57

Hari ini Puskesmas Sikumana melaksanakan Kegiatan Penggalangan Kebun Gizi tingkat Rumah Tangga di Kelurahan Oepura RT 7 Rw 3 yang dibuka oleh Lurah Oepura.

MAKANAN SEHAT DARI PINGGIR RUMAH

Jumat, 03 Agustus 2018 05:33
Halaman 1 dari 2